Pages

Jumat, 19 Desember 2014

MAKALAH KETAHANAN NASIONAL (UPAYA PERLINDUNGAN LAUT INDONESIA)

Diposting oleh Mauli di 04.59 0 komentar

BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan lautan yang  membentang seluas lebih dari 5 juta km2. Diperkirakan lebih dari 2500 jenis ikan dan 500 jenis karang terdapat dalam perairan nusantara. Selain itu, pemandangan indah dan keunikan biota bawah laut menambah daya tarik laut Indonesia bagi wisatawan, baik dalam negeri ataupun luar negeri. Hal ini dapat menimbulkan dampak positif dan negatif. Salah satu dampak positif diantaranya adalah dapat memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk meningkatkan kemajuan di bidang kelautan di Indonesia yang akan memberi manfaat pada sektor lain, misalnya perekonomian.
Namun, apabila melihat kondisi saat ini, laut Indonesia sangat memprihatinkan bagi kelangsungan hidup biota laut. Berbagai permasalahan seringkali timbul terkait laut di Indonesia, misalnya kerusakan terumbu karang, illegal fishing, pencemaran lingkungan laut, dan perusakan-perusakan lingkungan lainnya yang dapat mengakibatkan kerusakan biota laut serta kerugian beberapa bidang kehidupan. Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, namun harus segera ditangani agar laut Indonesia dapat terlindungi dan terjaga dengan baik sehingga tetap lestari dan memberikan manfaat optimal bagi kelangsungan hidup masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, penulis memilih judul “Upaya Perlindungan Laut Indonesia” sebagai bahan kajian dalam melakukan analisis menggunakan teori SWOT.
1.2  Identifikasi Masalah
1.      Apa yang menjadi kekuatan dalam upaya perlindungan laut Indonesia ?
2.      Apa yang menjadi kelemahan dalam upaya perlindungan laut Indonesia ?
3.      Apa yang menjadi peluang dalam upaya perlindungan laut Indonesia ?
4.      Apa yang menjadi hambatan dalam upaya perlindungan laut Indonesia ?



BAB II PEMBAHASAN

2.1 Strenghts (Kekuatan)
Ø  UU No. 17 tahun 2008 tentang pelayaran telah mengatur tentang pengawasan, penanganan dan penegakan hukum di laut yang dilaksanakan oleh Sea and Coast Guard.
Ø  Pasal 29A yang berbunyi, “Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang.
Ø  Pasal 30 ayat 1 yang berbunyi, “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”.
Ø  UU No. 20 tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan pokok ketahanan keamanaan NKRI.
Ø  Peraturan pemerintah No. 15 tahun 1984 tentang  pengelolaan SDA hayati di ZEE di Indonesia.
Ø  Keputusan presiden RI No.16 tahun 1971 tentang pemberian izin berlayar bagi segala kegiatan kendaraan asing dalam wilayah perairan indonesia.
2.        2.2  Weaknesses (Kelemahan)
Ø  Lemahnya penjagaan laut di Indonesia.
Ø  Kurangnya optimalisasi energi baru dan terbaharukan yang ada di laut Indonesia.
Ø  Maraknya penangkapan ikan secara berlebihan menggunakan alat atau bahan yang dapat merusak biota laut.
Ø  Kurangnya pengamanan mengenai eksplorasi dan eksploitasi SDA hayati dan non hayati serta dalam hal perhubungan dan transportasi.
2.3 Opportunities (Peluang)
Ø  Sebanyak 70%dari 60 lokasi di Indonesia, potensi deposit minyak dan gas dunia berada di laut.
Ø  Peran serta para pelaku sektor perbankan serta investor untuk menanamkan modalnya dapat mendorong penguatan ekonomi kelautan.
Ø  Sektor transportasi laut memberikan peluang investasi yang sangat besar pada instrastruktur pengiriman dan pembuatan kapal, pelabuhan dll.
Ø  Melindungi APBN negara
Ø  Laut Indonesia dapat menjadi poros maritim dunia karena letaknya startegis.
2.4 Threaths (Hambatan)
Ø  Eksploitasi dan eksplorasi SDA khususnya minyak bumi dan gas di laut Indonesia, termasuk di ZEE masih didominasi oleh perusahaan asing, contohnya Exxon, Conoco, Mobil oil.
Ø  Sarana kapal-kapal patroli baik kapal angkatan laut maupun kapal negar masih kurang memadai.
Ø  Kualitas sumber daya manusia di Indonesia masih rendah, sehingga belum dapat  menangani upaya perlindungan laut di Indonesia secara maksimal.
Ø  Kemajuan teknologi semakin mempermudah pihak asing untuk melakukan hal negatif terhadap laut Indonesia.




BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa menggunakan teori SWOT mengenai upaya perlindungan laut Indonesia, dapat disimpulkan bahwa solusi untuk permasalahan tersebut adalah strategi OS (Opportunities Strengths).  Pemilihan strategi tersebut berdasarkan peninjauan hasil analisa yang menghasilkan data bahwa kekuatan dan peluang lebih besar daripada kelemahan dan hambatan. Strategi OS dalam upaya perlindungan laut Indonesia dapat diterapkan melalui pemanfaatan seluruh kekuatan dan peluang yang ada secara maksimal. Hal itu dapat diwujudkan dalam beberapa hal, misalnya penataan legislasi dan sinergis sektoral, serta upaya-upaya revitalisasi perikanan dan pengembangan potensi laut Indonesia. Pelaksanaan startegi ini harus tetap dipantau agar berjalan secara terukur dan terencana sehingga laut Indonesia tetap lestari dan terlindungi.
3.2 Saran
Adapun beberapa saran mengenai upaya perlindungan laut Indonesia adalah sebagai berikut :
1.     Sebaiknya dilakukan peningkatan koordinasi antarpihak terkait upaya perlindungan laut Indonesia.
2.    Sebaiknya dilakukan sosialisai kepada masyarakat  mengenai peningkatan kesadaran dalam menjaga kelestarian laut Indonesia.
3.      Sebaiknya dilakukan penegasan mengenai peraturan-peraturan terkait perlindungan laut Indonesia.
4.      Sebaiknya dilakukan peningkatan optimalisasi potensi laut Indonesia oleh berbagai pihak.




DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dengan Penjelasannnya.Surabaya:CV Pustaka Agung Harapan.
Kaelan, dan Ahmad Zubaidi.2010.Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi.Yogyakarta:Paradigma Yogyakarta.

»»  Read More...

Selasa, 02 Desember 2014

RESUME SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA

Diposting oleh Mauli di 00.46 0 komentar


 Perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia tidak terjadi dalam satu masa yang singkat, tetapi mengalami proses pertumbuhan berabad-abad lamanya. Mungkin terlalu sederhana untuk mengatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu Riau. Orang-orang lupa bahwa bahasa Melayu Riau hanyalah merupakan satu dialek di antara demikian banyak dialek-dialek Melayu yang lain. Dan semua ini sudah terkenal di seluruh Nusantara suatu bahasa perhubungan, suatu ingua franca , yang disebut Melayu Pasar . Melayu Pasar inilah yang menjadi faktor paling penting untuk diterimanya bahasa Melayu Riau sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah. Seandainya orang belum mengenal Melayu Pasar, tentulah sama sulitnya pula menerima bahasa Melayu Riau menjadi bahasa pengantar, seperti halnya dengan bahasa Jawa.
1.    Sebelum masa kolonial                                                                                                        
   Bahasa Melayu dikenal dalam sejarah sebagai Lingua Franca. Bahasa melayu  digunakan di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Pada zaman Kerajaan Sriwijaya bahasa Melayu sebagai bahasa kebudayaan. Ditemukannya bukti-bukti Prasasti pengunaan bahasa Melayu Kuno (Huruf Pranagari), prasasti di Kedukan Bukit Tahun 683 M (Palembang), prasasti Talang Tuwo tahun 684 M (Palembang), prasasti Kota Kapur tahun 686 M (Bukit Barat), prasasti Karang Birahi tahun 688 M (Jambi). Walaupun bukti tertulis hampir tak ada, tetapi dengan adanya bermacam-macam dialek Melayu yang tersebar di seluruh Nusantara seperti dialek Melayu Ambon, Larantuka, Kupang, Jakarta, Manado, dan sebagainya, dapat dipastikan adanya penyebaran yang luas tersebut.               Tahun 1380 di Minye Tujoh, Aceh, terdapat suatu batu nisan yang berisi suatu model syair tertua. Sesudah tahun ini, antara abad ke-14 sampai ke 17 didapati banyak hasil kesusasteraan lama dalam bentuk pelipur lara, hikayat, dongeng-dongeng dan sebagainya. Tentu semuanya ini memerlukan masa perkembangan. Dalam masa perkembangan tersebut, baik bahasa maupun isi ceritanya menerima unsur-unsur dari luar untuk memperkaya dirinya, yaitu dari bahasa Sansekerta dengan unsur-unsur Hindu, dan dari bahasa Arab-Persia dengan unsur-unsur Islam.
2.    Masa kolonial                                                                                                          
    Ketika orang-orang barat sampai di Indonesia pada abad ke-16, mereka menghadapi suatu kenyataan, yaitu bahasa Melayu merupakan suatu bahasa resmi dalam pergaulan, bahasa perantara dalam perdagangan. Hal ini dapat dibuktikan dari beberapa kenyataan berikut: seorang Portugis bernama Pigafetta, setelah mengunjungi Tidore, menyusun semacam daftar kata-kata pada tahun 1522; berarti sebelum itu bahasa Melayu telah tersebar sampai ke kepulauan Maluku.
Baik bangsa Portugis maupun bangsa Belanda yang datang ke Indonesia kemudian mendirikan sekolah-sekolah. Mereka terbentur dalam soal bahasa pengantar. Usaha-usaha untuk memakai bahasa Portugis atau Belanda sebagai bahasa pengantar selalu mengalami kegagalan. Demikianlah pengakuan seorang Belanda yang bernama Danckaerts pada tahun 1631, ia mengatakan bahwa kebanyakan sekolah di Maluku memakai bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar. Kegagalan dalam usaha memakai bahasa-bahasa Barat itu memuncak dengan dikeluarkannya suatu keputusan dari Pemerintah Kolonial, K. B. 1871 No. 104, yang menyatakan bahwa pengajaran di sekolah-sekolah bumiputera diberikan dalam bahasa daerah, selain bahasa Melayu.
3.    Pergerakan Kebangsaan                                                                              
   Dengan timbulanya pergerakan kebangsaan, dirasakan perlu adanya suatu bahasa nasional untuk mengikat bermacam-macam suku bangsa di Indonesia. Pergerakan yang besar dan hebat hanya dapat berhasil jika semua rakyat diikutsertakan. Untuk itu mereka mencari bahasa yang dapat dipahami dan digunakan semua orang. Pada mulanya memang agak sulit untuk menentukan bahasa mana yang akan menjadi bahasa persatuan. Pada tahun 1908, pemerintah kolonial mendirikan suatu komisi yang disebut Comissie voor de Volkslectuur , diketuai oleh Dr. G. A. J. hazeu. Kemudian komisi ini diubah namanya menjadi Balai Pustaka pada tahun 1917. Kegiatan badan ini antara lain membantu penyebaran dan pendalaman bahasa Melayu dengan menerbitkan buku-buku murah berbahasa Melayu. Pada tahun 1918, tanggal 25 Juni, dengan ketetapan Belanda, anggota-anggota Dewan Rakyat diberi kebebasan untuk menggunakan bahasa Melayu dalam Volksraad . Kesempatan ini kemudian ternyata tidak digunakan semestinya.                                             
    Tahun 1926 Jong Java merasa perlu mengakui suatu bahasa daerah sebagai media penghubung semua pemuda-pemudi Indonesia. Bahasa Melayu dipilih menjadi bahasa pengantar. Pemuda-pemuda di Sumatera sudah lebih dahulu menyatakan dengan tegas memutuskan untuk menggunakan bahasa Melayu Riau, yang disebut juga bahasa Melayu Tinggi, sebagai bahasa persatuan. Tetapi majalah-majalah Jong Java dan Jong Sumatranen Bond masih ditulis dalam bahasa Belanda.    Dengan adanya bermacam-macam faktor seperti yang telah disebutkan di atas, akhirnya tibalah tanggal 28 Oktober 1928, Kongres Pemuda Indonesia di Jakarta, sebagai hasil yang paling gemilang dari kongres tersebut diadakan ikrar bersama yang terkenal dengan nama Sumpah Pemuda.
4.    Setelah Kemerdekaan                                                                                                         
   Pada tanggal 18 Agustus 1945 penandatanganan UUD 1945, pasal 36: Penetapan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara. Tanggal 19 Maret 1947 peresmian Penggunaan Ejaan Republik (Ejaan Soewandi) penganti ejaan van Ophuysen yang berlaku sebelumnya.                                                                                     
    Ejaan van Ophuysen, huruf ï untuk membedakan antara huruf i sebagai akhiran dan karenanya harus disuarakan tersendiri dengan dipotong seperti mulaï dengan ramai, huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang, dsb. Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer, dsb. Tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma’moer, ’akal. Ejaan Soewandi, huruf oe diganti dengan u. Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k, seperti pada kata tak Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2, seperti anak2. Awalan di- dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, seperti kata depan di pada dirumah, dikebun, disamakan dengan imbuhan di- pada ditulis, dikarang. 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia dan pembentukan Istilah. Peresmian ejaan baru itu berdasarkan Putusan Presiden No. 57, Tahun 1972. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD)
Ejaan Soewandi
Ejaan yang Disempurnakan
dj
djalan, djauh
J
jalan, jauh
j
pajung, laju
Y
payung, layu
nj
njonja, bunji
Ny
nyonya, bunyi
sj
isjarat, masjarakat
Sy
isyarat, masyarakat
tj
tjukup, tjutji
C
cukup, cuci
ch
tarich, achir
Kh
tarik, akhir














PERISTIWA PENTING MASA KEMERDEKAAN SAMPAI  SEBELUM  REFORMASI
·         16 Agustus 1972, Presiden Republik Indonesia H.M. Soeharto, meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa        Indonesia Yang Disempurnakan (EYD melalui Pidato Kenegaraan.
·         31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku diseluruh wilayah Indonesia.
·         Kongres Bahasa Indonesia V di Jakarta, 28 Oktober– 3 November1988.  Hasil Kongres dipersembahkan Karya Besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan  Bahasa Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
·          Kongres bahasa Indonesia VI di Jakarta, 28 Oktober–2 November1993. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-undang Bahasa Indonesia.

KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA              
q  sebagai bahasa persatuan (alat perhubungan antardaerah dan antarbudaya);
q  bahasa nasional dan bahasa resmi
q  sebagai bahasa budaya dan bahasa ilmu;
q  Dan sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan.






»»  Read More...

PERAN KOMPUTER DALAM PENDIDIKAN MATEMATIKA

Diposting oleh Mauli di 00.39 0 komentar


Pada masa sekarang ini, banyak perusahaan yang berlomba-lomba membuat sebuah komputer, program, atau software-software tertentu untuk proses pembelajaran siswa terutama pembelajaran matematika. Banyak program dikomputer yang bisa membantu kita dalam hal yang ada hubungannya dengan matematika. Contohnya, Microsoft excel. Microsoft Excel adalah salah satu contoh program yang dikeluarkan oleh perusahaan Microsoft, sebuah program aplikasi lembar kerja spreadsheet yang memiliki fitur kalkulasi dan pembuatan grafik dan lain-lain. Biasanya program ini digunakan guru, siswa, atau pun lainnya untuk menghitung suatu data yang jumlahnya banyak. Dengan kita menggunakan microsoft excel kita bisa dengan mudah, menyelesaikannya tanpa perlu menghitung manual dan tanpa membutuhkan waktu lama. Microsoft Excel menyediakan banyak formula yang terkait dengan matematika seperti trigonometri, aljabar, matriks, statistik, dan lain-lain. Microsoft Excel akan berguna sebagai alat bantu untuk menjelaskan konsep atau pemecahan masalah. Sebagai contoh, pada saat kita SMA dipelajari metode-metode untuk menyelesaikan sistem persamaan linier yaitu metode eliminasi, substitusi, dan menggunakan matriks. Untuk sistem persamaan linier dengan dua variabel, penggunaan ketiga metode tidak mengalami kendala, tetapi untuk sistem persamaan linier dengan tiga variabel atau lebih penggunaan matriks akan menimbulkan kesulitan dalam menghitung invers matriks. Dengan bantuan Microsoft Excel kesulitan perhitungan dapat diatasi. Lalu ada Microsoft Power Point, guru akan lebih mudah menjelaskan materi matematika lewat program ini tanpa harus menulis di papan tulis. Dengan Microsoft Power Point, guru dapat menyajikan bahan presentasi berupa objek teks (termasuk rumus-rumus matematika), grafik, video, suara, dan objek-objek lainnya yang dapat membantu siswa lebih mengerti dari pada membayangkan sesuatu. Program animasi dalam Power Point juga sangat bermanfaat bagi proses pembelajaran matematika, misalnya dalam geometri. Selain untuk geometri, komputer juga dapat digunakan untuk materi matematika yang lain. Melalui komputer, siswa dapat mencari pelajaran matematika yang tidak ada dibuku lewat internet. Ini dapat memudahkan siswa untuk menambah wawasannya lebih jauh. Banyak juga situs yang menyediakan materi tentang matematika atau pelajaran lainnya, seperti: pakanang.blogspot.com, zenius.com, khanacademy, dan lain-lain.


»»  Read More...
 

Mauli's Blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea