Pages

Rabu, 28 Desember 2011

Profile Jirayu Laongmanee

Diposting oleh Mauli di 22.55 0 komentar

Hmm...Siapa sih yang gx kenal sm aktor ganteng dari Thailand ini? So, pasti kalian tahu kan? Dia adalah aktor ganteng pemeran utama dalam serial drama comedi yang berjudul "Suck Seed". Udah pernah nonton blm? Pasti udh dong...Siapa sih yang gx mau sm Jirayu Laongmanee, secara gitu dia kan  ganteng, jago acting, baik hati dan tidak sombong.
Udah deh segitu aja ceritanya, sekarang pada mau tahu kan profile Jirayu Laongmanee?
Ini dia profilenya . . .

Name : Jirayu Laongmanee 
Nickname : Kao
Profession : Actor and Singer
Date of Birth : October 29 1995
Height : 178 cm
Status : Single
Hobbies : Soccer and Play guitar
Education : Amattayakul School

Movies
Legend of King Naresuan : Declaring Independence (2007) as young Pra Ratchamanu (Boon Ting)
The Love of Siam (2007) as young Tong
Bitter Sweet BoydPod The Short Film (2008) as Kao
5 Prang (2009) as Pay
Love Julinsee (2011) as Yok
Suck Seed (2011) as Ped

Music Videos 
"Wink" by Marie Eugenie LeLay (Som)
Sugar Eyes by Sugar Eyes

    Music Videos
    "Toom Yoo Nai Jai" (Suck Seed OST)

    Commercial
    SB Furniture

    Awards
    Best Leading Actor for 5 Prang from Top Award 2009  



    »»  Read More...

    Senin, 26 Desember 2011

    Ucapan Selamat Tahun Baru 2012

    Diposting oleh Mauli di 00.11 0 komentar
    Esok adalah misteri, hanya harapan yang akan tetap hidup menerangi gelapnya misteri. Jangan berhenti berharap meskipun tahun telah berganti karena itulah yang tetap membuat kita tetap tersenyum.


    Tik...tik...tik...tik
    Tok...tok...tok...tok
    Ding...ding...ding...ding
    Apapapun suara yang anda dengar saat ini
    Kesemuanya hanya punya satu arti yaitu masa depan.

    Bukan tiupan terompet yang membuat malam ini meriah
    Tidak pula indahnya letusan kembang api yang membuat malam ini indah
    Setiap detik bagiku menjadi berarti karena keberadaanmu yang menemaniku menatap masa depan.

    Percaya akan ramalan hanya akan membuat kita takut menghadapi masa depan
    Percaya harapan akan membuat anda melewati masa dengan keberanian


    Jangan khawatir kawan 2012 tidak akan terjadi apapun
    Kalaupun ada yang terjadi itu adalah kesuksesan besar yang telah engkau rancang saat ini
    Selamat Tahun 2012, Selamat menikmati sukses atas kerja kerasmu.

    Tidak akan ada ucapan tahun baru dariku karena itu akan menjadi biasa
    Tidak akan ada sms selamat 2012 di handphonemu karena inboxmu sudah penuh akan itu
    Dariku yang istimewa untukmu adalah do'a dan harapan agar ditahun mendatang kebahagiaan senantiasa menyertaimu.

    Tahun 2011 segera berakhir
    Tahun 2012 akan menjelang
    Aku pengen ngajak kamu and nraktir
    apa daya kantong tak mendukung



    Kumpulan sms Ucapan Selamat Tahun Baru 2012 romantis:

    • Waktu terus berlalu, lembaran demi lembaran telah dilalui. Coretan demi coretan telah memenuhi, kadang tak berarti, kadang tanpa makna, atau hanya sedikit makna. Semoga di tahun ini setiap lembaran memiliki makna, setiap lembaran bermanfaat. Selamat tahun baru 2012. Semoga lebih sukses.
    • Tahun ini hampir usai terlalui, belumlah tergores coretan berarti, belumlah setiap gagasan menjadi nyata, konsep masih terdokumenkan. Padahal telah berada dipenghujung, meski akan terlewati, semoga ada perubahan, dalam lembaran baru. Selamat tahun baru 2012 M.
    • Matahari menyelinap dibalik bukit, sembunyikan kenangan hidup, menyimpan lembaran usang, menyambut hari-hari muda, sebentar lagi ‘kan menjelang. Selamat datang tahun baru 2012, harapan baru dan perubahan.
    • Masa lalu adalah sejarah, hari ini adalah goresan, hari esok adalah harapan. Selamat datang tahun baru 2012. Seiring dengan perginya kenangan, menyambut harapan. Selamat tinggal kenangan, selamat datang harapan.
    • Malam ini ‘kan berlalu, minggu ini ‘kan beranjak, bulan ini akan pergi, tahun ini ‘kan meninggalkan. Sejarah kehidupan, catatan suka dan duka, menyongsong tahun baru. Selamat tahun baru 2012. Semoga selalu jaya dan sejahtera.
    • Senja indah, kirimkan ciprat keemasan, kirimkan pertanda keagungan, kekusaan, serta kemegahan. Meski itu hanya sekejap, hingga sirna ditepis malam, pertanda esok akan tiba. Selamat tahun baru 2012. Semoga sukses selalu.
    • Tahun ini ‘kan berlalu, laksana anak panah terlepas dari busurnya. Pajar baru di tahun yang akan datang, semoga menjadi lembaran baru yang lebih baik. Selamat tahun baru 2012 semoga lebih maju dan sukses.
    • Serpihan malam bulan separuh, jelang hari baru pertanda tiba. Kembang api membuncah ke angkasa sambut tahun muda 2012. Selamat tahun baru 2012 semoga lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

    Kumpulan sms Ucapan Selamat Tahun Baru 2012  Gokil  Lucu:
    • Makan tomat bareng kangguru, SELAMAT TAHUN BARU!
    • Sebelum operatot sibuk….sebelum sms pending mulu…sebelum low bat….Happy new year 2012….
    • Tahun baru? Gaya batu donk! eh,met tahun baru ya!
    • Toet….toet…toet….happy new year!….udah ya mo tiup trompet lagi….toet….toet….toet…..
    • Aye cuma mampir bentaran neh…mo bilang….met taon baru ye mpok….abang….
    • Perah sapi sambil mikir, Hepi new year!
    • Pak Camat naksir Bu Guru, Selamat Tahun Baru!
    • Minum kopi ya pake cangkir, HEPI NIU YIER
    • hidup hanya sebentar sebentar senang sebentar sedih sebentar bokek sebentar banyak duit sebentar nangis sebentar ketawa Eh, sebentar lagi ganti tahun Met tahun baru ya
    • tetttt tetttt tettttt… terompet berbunyi menandakan akhir tahun ini selamat datang tahun baru
    • hari berganti bulan berganti tahun pun berganti tahun baru harapan baru tetap semangat masa lalu adalah kenangan hari ini adalah goresan hari esok adalah harapan
    • selamat tahun baru 2012 selamat tinggal kenangan selamat datang harapan binatang lompat itu kangguru si dada besar julia perez saya ucapkan selamat tahun baru teriring doa semoga selalu sukses wishing you a happy new year!
    • buka hati dapat cinta buka tangan dapat persahabatan buka mata dapat pemandangan buka handphone dapat pesan buka pesan dapat ucapan selamat tahun baru 2012
    Kumpulan sms Ucapan Selamat Tahun Baru 2012 bahasa Inggris:

    SMiLE-it makes U look nice!
    PRAY-it makes U stronger!
    GIVE-it makes U richer!
    LOVE-it makes U know life!

    2 U & UR FAMILY
    GOD BLESS

    B-egin with
    L-ove in CHRIST
    E-xpect blessing
    S-hare goodness
    S-hine like the sun
    l-nspire everybody
    N-ever forget that
    G-OD is with u always
    Wishing u SUNLIGHT in u’r heart
    SUCCESS in u’r path
    ANSWERS to u’r prayers..
    HAPPINESS in u’r life..
    SMILE in u’r face..

    Throw stinky nappy to Santa’s reindeer,
    Happy New Year!

    Don’t be sappy let’s all cheer,
    Happy New Year!

    FAITH makes all things possible,
    HOPE makes all things work,
    LOVE makes all things beautiful.
    May you have all three in this New Year 2012


    Sumber : http://anekaremaja.blogspot.com/2011/12/ucapan-selamat-tahun-baru-2012.html
    »»  Read More...

    Minggu, 25 Desember 2011

    Cerpen Ayah, Selamat Ulang Tahun

    Diposting oleh Mauli di 23.56 0 komentar
      Aku melirik jam weker di sebelah bed lamp. Jarum jam menunjukkan pukul enam pagi. Aku meregangkan otot-ototku yang masih terasa kaku. Aku gerakkan punggungku ke kiri dan kanan untuk membebaskanku bergerak. Hari ini, aku harus sesegera mungkin berangkat ke kantor, atasanku ingin menemuiku. Aku heran mengapa hanya aku saja yang disuruh menemuinya, rekan kantorku yang lain tidak.

                Dengan malas aku melangkahkan kakiku menuju ruang tengah. Terdengar suara seorang wanita sedang bernyanyi di dapur. Angel. Istriku yang tengah hamil enam bulan sedang membuat sarapan untukku. Perlahan aku menghampirinya. Aku memeluknya dari belakang ketika ia mengocok telur.

                “Lagi masak apa?” tanyaku sambil mencumi pipinya.
                “Ini, aku bikin telur dadar buat kamu, sayang.” Jawabnya sambil terus menggerakkan tangannya yang lincah.
                “Oya, semalam ayah kamu telepon, sepertinya dia ingin bicara dengan kamu.” Tambah istriku memulai pembicaraan.
                “Kapan? Kok aku gak tahu?” balasku.
                “Semalam, setelah kamu pulang dari kantor. Ketika aku bilang kamu lagi tidur , ayah kamu mengurungkan niatnya buat ngomong sama kamu, lagian beliau kan tahu kalo kamu lagi tidur, gak mau diganggu, susah dibangunin lagi,” jawabku istriku.
                “Ya, biar aku telepon nanti, mungkin Ayah Cuma ingin tahu kabarku di Bandung,”
    *** 
                Namaku Johan, usiaku saat ini 29 tahun. Di usiaku yang masih muda ini, boleh di bilang aku termasuk pemuda yang beruntung. Aku bekerja di salah satu kantor keuangan di Bandung sebagai akuntan. Di antara semua karyawan yang ada di kantor, aku adalah anak kesayangan atasanku. Ia sering memberiku gaji tambahan karena aku biasa mengerjakan pekerjaan tepat waktu dan boleh dibilang memuaskan daripada karyawan yang lainnya. Kesuksesan ini tidak aku dapatkan secara instan dan mudah seperti membalikkan telapak tangan. Aku masih begitu ingat, betapa semangatnya ayahku yang bekerja sebagai cleaning service untuk membiayaiku sekolah meski aku tahu, penghasil ayah saja pas-pasan untuk makan sehari-hari.
                “Yah, aku mau berhenti sekolah saja,” jawabku suatu ketika, saat aku duduk di bangku kelas dua SMA.
                “Untuk apa?” tanyanya sambil melirikku dengan tatapan kurang setuju.
                “Aku tidak mau Ayah terbebani dengan biaya sekolahku,”
                Ayahku tersenyum, “Kamu gak usah mikir biaya sekolah kamu, itu urusan Ayah. Kalau kamu berhenti sekolah, sama saja kamu mematahkan semangat Ayah. Ayah tidak mau kamu nantinya seperti Ayah yang hanya tamatan SD ini,”
                “Iya, Yah. Tapi, apa Ayah masih sanggup membiayai sekolahku?”
                Ayah mengeluarkan dompet dari kantong celananya, dompet yang lusuh, robek di sana-sini, “Biar dompet Ayah ini sudah tidak layak pakai seperti ini, tapi bisa membiayai kamu sekolah. Ayah akan melakukan apa saja untuk bisa menyekolahkanmu, karena Ayah ingin kamu sukses,” jawabnya sambil menunjukkan dompet lusuh itu padaku, anak satu-satunya.
                Aku tersenyum lebar, “Terima kasih, Yah! Nanti, kalau aku sukses, pasti aku ganti dompet Ayah yang lusuh itu dengan yang lebih bagus,” jawabku.
    ***
                Telepon genggamku berdering keras ketika aku tengah sibuk menyelesaikan pekerjaanku. Aku yang sedang meyusun laporan keuangan perusahaan – yang harus diselesaikan dengan segera – menghentikan aktivitasku sejenak. Aku merogoh telepon genggam di saku celanaku. Ku lihat di layar, tertulis nama Ayah sedang menelponku.
                “Halo, Yah!” jawabku segera.
                “Halo, Joe! Sedang apa?” tanyanya.
                “Ini nih, aku lagi sibuk nyusun laporan keuangan, mesti diselesaikan hari ini, Yah! Ada apa, Yah? ” tanyaku.
    “Tidak apa-apa, Ayah hanya sekedar ingin ngobrol saja,”
    “Oh, jangan sekarang ya, Yah! Nanti Johan telepon lagi! Pasti Johan telepon,” janjiku.
    “Baiklah,” jawab Ayahku.
    ***
    Jam sepuluh malam, aku baru tiba di rumah. Dengan pikiran yang lelah, aku memasuki rumah. Aku baru pulang dari kantor. Ketika jam kerja sudah habis, aku masih harus menghadiri meeting, menemani atasanku. Istriku menyambut, ia langsung meraih tasku dan membawanya ke kamar. Aku menghempaskan tubuhku di sofa ruang tamu, melepaskan lelah yang tengah menghampiriku. Aku merogoh kantong celanaku. Aku raih telepon genggamku yang sengaja aku nonaktifkan saat meeting. Aku berniat mengaktifkannya namun aku urungkan.
    “Kenapa baru pulang jam segini?” Tanya istriku sambil duduk di sebelahku. Ia menyandarkan kepalanya tepat di dadaku.
    “Aku habis dari meeting, Pak Robi mengajakku bertemu dengan client-nya.” Jawabku sambil membelai rambut istriku.
    “O ya, tadi aku sama temen aku beli ini,” tiba-tiba istriku bangkit dan mengambil sesuatu dari plastik putih yang ada di meja.
    “Apa ini?” tanyaku sambil membukanya.
    “Sebulan yang lalu, kamu kan pernah bilang kalo kamu pengen beliin dompet itu buat Ayahmu, ya udah, tadi mumpung lagi ada uang lebih aku beliin,”
    “Terima kasih, sayang!” ucapku sambil mengecup keningnya.
    Istriku memang sangat perhatian, bukan hanya denganku tapi, dengan anggota keluargaku. Aku ingat benar, betapa tulusnya ia menerima keluargaku yang berasal dari kalangan ‘kurang mampu’. Aku masih ingat, betapa ia tidak mempedulikan statusku. Bukan hanya aku yang senang padanya, anggota keluarga begitu senang terhadap sikap baik Angel. Seperti hari ini, dia membelikan dompet yang ingin aku berikan untuk hadiah ulang tahun Ayahku. Sudah lama aku ingin membelikannya dompet itu untuk ayah, tapi aku selalu saja mengurungkan niatku itu, karena masih ada hal lain yang harus aku penuhi.
    ***
    “Ayah,” panggilku dari kejauhan ketika kulihat Ayahku sedang berdiri di sebuah pintu yang begitu terang. Entahlah dimana aku tidak tahu.
    Ayahku hanya menoleh padaku, dia tersenyum, kemudian kembali memandang pintu itu lagi.
    “Ayah,” panggilku lagi. Ayahku melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.
    Aku mendekatinya. Matanya terlihat cerah di usianya yang beranjak 65 tahun. Aku melihat wajahnya berseri-seri.
    “Ayah, selamat ulang tahun, ini untukmu,” kataku sambil memberikan dompet yang dibelikan istriku.
    Ayahku tersenyum menerimanya. Ia terlihat begitu beda.
    “Terima kasih anakku,” jawabnya pendek.
    Aku tersenyum membalasnya. Lalu, ayahku kembali memandang cahaya terang yang ada di hadapannya. Ia berjalan seolah mengabaikan aku yang ada di dekatnya.
    Aku terus memanggilnya, “Ayah, mau ke mana? Ayah…. Ayah… Ayah… mau ke mana?” panggilku. Aku berlari mengejarnya, namun sia-sia sepertinya ia tak mendengarku.
    ***

    Jam tiga pagi, Angel terbangun ketika mendengar suaminya sedang menggigau.
    “Sayang, bangun! Sayang!” ucap Angel membangunkan suaminya yang tengah menggigau menyebut Ayahnya. Keringat bercucuran dari dahinya. Dada suaminya basah berkeringat. Angel bingung harus melakukan apa.
    “Ayah!” seru Johan kemudian tersadar dari tidurnya dengan nafas yang terengah-engah.
    “Sayang, kamu kenapa?” Tanya Angel panic.
    Johan tak menjawab. Ia mencoba mengontrol nafasnya yang masih naik turun, terengah-engah seperti habis lari. Angel beranjak dari tempat tidur dan mengambilkan segelas air putih untuk suaminya itu.
    “Minum dulu,” ucap Angel yang masih diliputi kebingungan.
    “Mana handphone-ku,” kata Johan setelah meneguk air putih samba mencari handphone-nya.
    “Ini, sayang!” Angel meraih handphone yang berada di dekat bed lamp dan memberikannya pada Johan.
    “Kamu kenapa?” Tanya Angel yang masih penasaran dengan kejadian yang baru saja dialami oleh Johan.
    “Aku mimpi Ayah,” jawabnya pendek sambil berusaha mengaktifkan handphone yang dimatikannya sejak ia meeting.
    Terlihat beberapa pesan masuk di layar. Johan mengabaikannya. Ia sesegera mungkin mengontak Ayahnya. Johan baru ingat, kemarin ia berjanji untuk menelepon Ayahnya tapi, diingkarinya. Lama Johan menunggu teleponnya tersembung tapi, tak ada yang mengangkat teleponnya. Johan kemudian membuka beberapa pesan masuk di handphone-nya. Beberapa pesan masuk itu dari Angel, teman Johan dan Ayah! Tanpa piker panjang, Johan langsung membuka satu persatu pesan dari Ayahnya tersebut.

    Sms pertama, “Nak, kapan pulang? Ayah ingin bertemu, sudah hampir dua tahun ini tidak pulang.”
    Sms kedua, “Johan, Ayah masih menunggu teleponmu, aku ingin tahu kabar kehamilan istrimu,”
    Sms ketiga,”Johan, kenapa HP mu tidak bisa dihibungi? Kamu marah sama Ayah?”
    Sms ketiga, “Johan, ayah kamu masuk rumah sakit lagi. Jantungnya kembali bermasalah, ibu butuh bantuanmu, pulanglah… ayahmu ingin bertemu.”
    Sms keempat, “Johan, innalillah… ayahmu meninggal, pulanglah….”

    Betapa terkejutnya Johan membaca pesan terakhir yang masuk sekitar empat jam yang lalu itu. Ia benar-benar kaget dan tak percaya ketika membacanya. Ia meremas rambutnya. Air matanya tak kuasa ia tahan lagi. Ia menangis menerima kabar kematian Ayahnya itu.
    “Ada apa sayang?” Tanya Angel panic.
    “Aku menyesal, Ngel! Harusnya kemarin aku telepon Ayah,” ucap Johan dengan suara yang bergetar.
    “Ada apa?” angel bertanya semakin tidak mengerti.
    “Ayah meninggal,” jawab Johan pendek.
    ***

    Aku berjalan dengan putus asa menyusuri pemakaman umum tempat Ayahku dimakamkan. Dengan pakaian serba hitam, aku menuju makam Ayahku. Ayahku meninggal karena serangan jantungnya. Harusnya, aku berada di sampingnya saat-saat terakhir ia membuka matanya tapi, aku justru tidak bisa melihatnya untuk yang terakhir kalinya. Ya Allah… kenapa harus begini?
    Aku tak henti-hentinya menangis di depan makam Ayahku. Lama. Istriku juga begitu, ia juga trelihat sangat berduka dengan kepergian Ayahku. Sesekali aku menciumi batu nisan Ayahku. Aku ingin sekali mencium pipinya. Tapi semua telah terlambat. Hal itu hanya memuat penyesalan di dadaku semakin berat.
    “Harusnya aku ada di sampingnya saat ia menghembuskan nafas terakhir kalinya,” ucapku dengan suara bergetar.
    “Sayang, sudahlah, kita ikhlaskan kepergiannya,” sahut istriku.
    “Ayah, maafkan Johan, Johan sering mengabaikan Ayah dengan pekerjaanku. Tadi, aku lihat di kantong Ayah masih ada dompet lusuh yang berhasil membuat Johan sukses seperti sekarang. Heh… rupanya Ayah masih memakainya. Yah, menantumu membelikan dompet baru untukmu, harusnya aku bisa memberikannya saat ulang tahun Ayah dua bulan yang lalu. Ayah, aku menyesal tidak melakukan itu. Harusnya Ayah bisa menerimanya saat ulang tahun Ayah,” kataku dalam hati, merenungi apa yang telah aku lakukan selama ini. Menyesal. Aku benar-benar menyesal kini.


    Sumber : http://anekaremaja.blogspot.com/2011/11/cerpen-sedih-ayah-selamat-ulang-tahun.html
    »»  Read More...

    Cetpen First Love

    Diposting oleh Mauli di 23.53 0 komentar

    Cerpen Cinta Pertama : First Love 

     

    Aku mengenalnya semenjak aku berusia 14 tahun, dan semenjak itu aku merasa aneh.
    Entah apa yang aku rasa saat itu, aku tak mengerti apa yang sedang terjadi kala itu, aku seperti orang yang tak tentu arah.
    Saat aku sadari ternyata aku mulai jatuh cinta, ya aku jatuh cinta untuk yang pertama kali
    Namun aku tak mampu melakukan apa yang ingin aku lakukan.
    Aku hanya mengaguminya dari kejauhan, aku hanya mampu melihat senyumnya dari sini dari tempatku duduk kala itu.
    Aku melihatnya tertawa dan melihat bermain bola di  lapangan itu.
    Aku sungguh jatuh cinta, ini cinta pertama ku..
    Laki laki yang aku pandang terlihat  tampan dengan gayanya yg khas dan aku suka itu..
    Matanya sangat indah, rambutnya yang kriting menambah getaran dalam dada ini..
    Huuuuh aku suka dia, benar-benar suka dia..
    Rasa ini semakin hari semakin dalam.
    Setiap hari yang aku ingin hanya memandang wajahnya.
    Suatu hari aku melihat tatapan matanya, tatapan mata yang sangat sejuk.
    Yang mampu membuat jantung ini berdegup lebih cepat.
    Dan akhirnya aku mulai bisa dekat dgn dia, aku merasa sangat bahagia.
    Hingga suatu hari, apa yang aku takutkan terjadi, dia pergi..
    Pergi tanpa pesan terakhir.
    Kini, hanya ada aku dan kenangan itu..
    Aku hanya mampu mengingatnya, mengingat semua senyumnya dan tatapan indah itu.
    Aku berjalan gontai sambil meneteskan air mata , air mata kehilangan.
    Dia, takkan pernah tau betapa sakitnya aku saat itu, saat dia pergi dariku.
    Aku tak mampu berkata apapun, aku hanya menangis dalam diam, menyesali semuanya..
    Aku mencoba tegar, aku mencoba terus untuk menutup luka ini, luka yang kau beri.
    Aku mencoba bahagia dgn apa yg aku milikki saat itu..
    Aku mencoba bertahan dgn senyumanku.
    Yaa tuhan, jaga dia selama dia jauh dari sisiku.
    Di dalam penantianku, ada seorang pria datang dgn membawa sejuta cinta
    Aku masih ingin diam, dan diam menunggu cintaku kembali dalam pelukku.
    Namun kehadirannya membuat aku  tertawa seperti dulu, tetapi sungguh dalam hati ini masih ada nama cinta pertamaku.
    Aku hanya mampu tertawa sesaat saja, setelah itu kembali menangis dalam diamku, dalam penantianku.
    Untuk sementara waktu, sakitku terobati oleh kehadirannya di dalam sepiku.
    Namun hanya sementara dan setelah itu kami berpisah..
    Tahun pun telah berganti namun cintaku tak pernah kembali..
    Aku tetap menunggu, menunggu dalam ketidakpastian ini..
    Sampai suatu hari, aku tau dia sudah tak sendiri lagi, dia mempunyai seorang kekasih..
    Aku hancuuuur saat itu..
    Aku harus melihat cinta pertamaku bersama wanitanya itu.
    Aku menangis sejadi jadinya :’(
    Aku terus menangis dalam diamku, aku tak mampu lagi tersenyum saat itu..
    Rasanya hatiku sangat sakit saat itu, hatiku ada 1 dan akhirnya hancur berkeping-keping.
    Tuhan, mengapa ini terjadi padaku??
    Aku menutupi rapuhnya hatiku dgn caraku sendiri.
    Dan aku mencoba berpaling tapi selalu saja gagal.
    Akhirnya aku menemukan seorang pria, yang sangat aku harapkan bisa menggantikan  dia.
    Namun ternyata aku salah, semua yg aku usahakan gagal..
    Entah apa yg aku rasakan saat itu, aku galau..
    Aku kecewa..
    Aku harus rela DIA bersama wanitanya…
    Namun aku tak sekuat yang aku kira, aku berharap aku mampu namun ternyata aku tak
    mampu.
    Aku terlalu rapuh untuk itu..
    Namun aku tak putus asa, aku terus menunggunya dan aku hanya menangis dalam diamku.
    Aku berdoa, suatu hari nanti DIA bisa mengerti rasaku ini J
    Setelah tahun berganti..
    Tuhan mendengar doaku, aku kembali bisa dekat dengan cinta pertamaku itu.
    Ahhh, senangnya aku ini :D
    Lama-kelamaan aku semakin dekat dengan dia..
    Dan sekarang dia bukan lagi bayangan, tapi dia adalah KENYATAAN.
    Perjuanganku selama 4tahun ini TIDAK sia2, terima kasih Tuhan :*
    I will be love you, until the end of time my Boy J
    Sumber : http://anekaremaja.blogspot.com/2011/10/cerpen-cinta-pertama-first-love.html
    »»  Read More...
     

    Mauli's Blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea